Perbedaan KTA Syariah dan Konvensional, Mana Lebih Menguntungkan?

Category: Lifestyle 15

Perbedaan KTA Syariah dan Konvensional, Mana Lebih Menguntungkan?Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak. Tak heran bila hukum Islam pun bisa ditemui di beberapa aspek kehidupan, salah satunya dengan sistem syariah pada perbankan. Bank syariah memiliki beberapa aturan yang berbeda dengan perbankan konvensional. Hal ini juga berimbas pada produk perbankan mereka. Termasuk juga pada kredit tanpa agunan syariah.

Sebelum mencari tau apa saja keuntungan dari kredit tanpa agunan syariah ini. Penting sekali juga mengenali perbedaan antara kredit tanpa aguna syariah dengan konvensional. Untuk itu, di bawah ini kami memberikan beberapa perbedaan antara kredit tanpa agunan syariah dibandingkan dengan KTA dari bank umum biasa.

1. Sistem peminjaman

Pada KTA di bank konvensional, rasanya sudah tak asing lagi dengan sistem peminjaman yang diberlakukan. Mulai dari pengajuan, penyerahan dokumen, survey baik itu melalui telepon atau langsung, hingga KTA disetujui. Ketika persetujuan kredit ini, nasabah akan diminta untuk menandatangani kontrak serta perjanjian yang berisi beberapa hal berbeda. Mulai dari perhitungan bunga, cicilan tiap bulan, hingga persetujuan lainnya.

Untuk kredit tanpa agunan syariah, sistem peminjaman sedikit berbeda. Bank Syariah umumnya memberikan pinjaman ini terbatas pada nasabah mereka. Dimana sudah terjalin kerja sama sebelumnya. Sehingga sistem peminjaman ini pun lebih mudah, sederhana dan juga cepat. Setidaknya bila dibandingkan dengan KTA konvensional.

2. Tak ada bunga

Di KTA konvensional, peminjam akan dibebankan sejumlah bunga sesuai dengan pinjaman mereka. Bunga KTA ini pun bervariasi. Mulai kurang dari 1 persen hingga mencapai 3 persen setiap bulannya. Di bank konvensional, bunga KTA ini sendiri tergantung juga dari jumlah pinjaman dan lama tenor kredit yang diambil nasabah.

Namun pada KTA syariah, tak ada bunga yang diberikan. Ini karena dengan syarikat hukum Islam, peminjaman yang dikenakan bunga akan menjadi riba. Untuk itu pada kredit tanpa agunan tak ada bunga. Sistem yang digunakan pada bank untuk KTA syariah ini merupakan bagi hasil. Jadi bila nantinya nasabah menggunakan dana KTA untuk membuka usaha, hasil dari usaha tersebut akan dibagi dengan bank.

Hal ini menjadi keuntungan sekaligus kerugian tersendiri dari menggunakan KTA syariah. Pasalnya bila usaha memberikan untung yang besar, maka bank pun akan mendapatkan bagian yang lebih tinggi dari bunga.

3. Kerugian ditanggung

Merujuk pada poin kedua, di sisi lain bila nasabah mengalami kerugian bahkan kebangkrutan pun bank akan mendapatkan imbas. Hal ini tentunya berbeda dengan KTA konvesional dimana bank tak ingin tau bagaimana keuntungan dan kerugian nasabah. Bank hanya akan perduli pada angsuran dan juga bunga yang dibayarkan.

Sedangkan pada KTA syariah justru sebaliknya. Jadi menurut Anda, mana yang lebih menguntungkan? KTA syariah atau konvensional?

Related Articles